Riasan Segar Sambut Hari Raya

Bulan Ramadhan hampir berlalu. Momen Hari Raya Idul Fitri segera dijelang. Berkumpul dengan keluarga dan kawan lama menjadi tradisi. Sayang sekali jika anda melewatkan agenda spesial tersebut tanpa persiapan maksimal.


Salah satu persiapan yang tak boleh terlewat ialah penampilan. Riasan wajah segar tetapi berkesan alami paling pas menemani di hari nan suci. Penata rias dari Sariayu, Aziza membagi langkah - langkah merias wajah yang mudah diikuti. Riasan berikut cocok untuk menyempurnakan penampilan siang hari anda.

1. Gunakan alas bedak berbentuk krim di seluruh wajah sebagai dasar riasan anda. Alas bedak berbentuk krim disarankan karena lebih tahan lama dan menutup kekurangan pada wajah dengan lebih sempurna. Sapukan bedak two way cake putih langsat. Warna putih langsat aman untuk semua warna kulit.

2. Selanjutnya, aplikasikan pemulas warna cokelat di bagian kelopak mata. Beri highlight di bawah alis dengan warna salem agar mata anda terlihat lebih cerah. Penggunaan dua warna disarankan karena lebih praktis dan mudah.

3. Gunakan pensil eye liner di bagian bawah mata untuk mengoreksi bentuk mata. Jika anda menggunakan bulu mata palsu, gunakan eye liner cair untuk menutupi lem bulu mata di bagian bawah kelopak mata.

4. Sentuhan terakhir di bagian mata ialah menggambar bentuk alis dengan menggunakan pensil alis.

5. Berikutnya, aplikasikan pemulas pipi warna oranye kecokelatan dengan gerakan memutar di bagian tulang pipi. Baurkan shimmering powder sebagai sentuhan akhir pada wajah untuk meratakan riasan di seluruh wajah. Kandungan glitter dalam shimmering powder membuat wajah tampak bercahaya.

6. Terakhir, pulaskan lipstik warna oranye hangat dan selanjutnya sapukan lipgloss diatasnya agar bibir terlihat lebih segar.
READ MORE - Riasan Segar Sambut Hari Raya

Berbagai Gaya Dalam Memakai Jilbab

Berjilbab kini semakin modis. Dengan kreativitas, penampilan anda bisa berubah dengan beragam gaya. Berikut beberapa macam gaya yang diciptakan hijab stylist Rochaeniyati untuk mempercantik penampilan di hari raya nanti. Anda pun bisa mempraktikkannya dengan mudah.

A. Yasmin style


Gaya yang terinspirasi dari gaya Putri Yasmin ini cocok dikenakan dalam situasi formal. Itu sederhana, tapi tetap berkesan elegan.

Langkah - langkah:

1. Kenakan ciput ninja sebagai dalaman, kemudian kenakan pashmina berbahan kaus dengan sisi satu lebih panjang daripada sisi lainnya.

2. Sisi yang lebih pendek dililitkan ke depan memutari belakang leher, kemudian ditahan ujungnya menggunakan jarum pentul. Biarkan bagian yang panjang menjuntai ke depan.

3. Ambil kain tule warna senada, kemudian lekatkan salah satu ujung di sisi kiri ciput ninja.

4. Lilitkan bahan tule tersebut diatas pashmina secara menyerong, kemudian ujung kain yang ada dilekatkan pada pashmina menggunakan jarum pentul.

5. Sisi pashmina yang menjuntai disilangkan pada bagian dada dan pada ujung kainnya disematkan bros sebagai pemanis.

B. Bohemian style


Gaya kasual ini cocok dikenakan dalam acara santai. Kreasi ini juga pas bagi anda yang ingin tampil praktis, tapi tetap modis.

Langkah - langkah:

1. Kenakan ciput ninja sebagai dalaman, kemudian kenakan pashmina dengan salah satu sisi pendek pashmina melingkari wajah.

2. Tarik kedua ujung sisi tersebut ke belakang, kemudian beri peniti untuk menahan posisi.

3. Ujung pashmina yang panjang disilangkan ke kanan, kemudian dililitkan keatas kepala dan biarkan ujungnya menjuntai ke depan.

4. Bagian pinggir pashmina kemudian dikerutkan sedikit dan tahan bentuknya menggunakan pentul. Kerut tersebut membuat anda seolah - olah mengenakan turban di kepala.

5. Langkah terakhir adalah mengenakan bros pada ujung pashmina yang menjuntai sesuai dengan keinginan anda.
READ MORE - Berbagai Gaya Dalam Memakai Jilbab

Lebaran dalam Kengerian Konsumtif

Kengerian itu datang lagi, saat menjelang Lebaran. Kenaikan harga kebutuhan pokok, jasa transportasi dan lainnya menjelma kengerian yang meringkus masyarakat. Hampir semua orang tak dapat lolos dari kengerian itu, demi merayakan Lebaran secara konsumtif.


Yang ada dalam pikiran setiap orang, bukan lagi keindahan spiritual dan sosial Lebaran, melainkan upaya mencari uang sebanyak - banyaknya untuk merayakan Lebaran dengan mewah.

Nilai spiritual-sosial yang dikandung dalam Lebaran (kemenangan melawan hawa nafsu, penyatuan diri dengan Allah SWT, silaturahmi dan solidaritas sosial) mendadak tergeser dan tergusur oleh konsumerisme. Kekhidmatan, kesederhanaan, kesahajaan, kepantasan dan kewajaran, yang menjadi basis perayaan kemenangan melawan hawa nafsu seusai menjalankan ibadah puasa Ramadhan, telah berubah menjadi kemewahan hedonistis. Materialisme dan hedonisme pun dirayakan secara berderap - derap. Seolah, pada hari Lebaran itu semua hasrat dan nafsu harus diekspresikan secara total, guna menebus rasa lapar dan haus puasa.

Pertanyannya, kenapa puasa cenderung berhenti sebagai ritus agama? Bukankah agama semestinya menjadi dasar dan orientasi nilai di dalam mengembangkan potensi - potensi kesalehan personal dan kesalehan sosial? Bukankah, melalui puasa Ramadhan, setiap orang semestinya menemukan kelahirannya kembali sebagai manusia yang bersih dan suci? Yakni, manusia yang mampu mengatasi segala godaan psikologis-biologis dan pamrih kebendaan, sehingga mampu menjadi (mendekati) insan kamil?

Agama dengan seluruh hukum dan rukunnya selalu ideal sebagai jalan penyelamatan bagi pemeluknya. Begitu pula Islam, namun, dalam konteks sosial, politik, ekonomi dan budaya, agama tidak bisa hanya berhenti sebagai ajaran moral dan etis. Setiap pemeluk agama dituntut kecerdasan dan kearifannya untuk melakukan break down ajaran agama menjadi panduan perilaku. Di sini, tampak ada alur yang terputus, karena agama cenderung dipahami hanya sebagai ritus. Akibatnya, potensi nilai - nilai agama pun membeku. Jika kesalahan itu terbangun, maka lebih bersifat personal daripada sosial.

Ukurannya bisa sangat sederhana. Misalnya, apakah dengan rajin dan taat menjalankan ibadah puasa Ramadhan, orang kemudian tidak lagi tergoda untuk korupsi atau tidak larut dalam langgam konsumerisme? Kenyataan membuktikan, angka korupsi di negeri ini tetap tinggi. Begitu pun juga dengan konsumerisme. Bangsa ini membutuhkan agama yang konstektual, yakni pengamalan secara konkret dan holistis nilai - nilai agama di ranah sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Di negeri ini, Lebaran terasa sangat mahal. Ini terjadi karena momentum Lebaran telah tersandera oleh kapitalisme. Lebaran telah dikapitalisasi untuk meraup keuntungan. Akhirnya, ukuran yang berlaku adalah kebendaan (konsumsi) dan hiburan. Lihatlah di televisi, naluri konsumtif publik dipompa kuat - kuat. Bahkan, agama pun telah dijadikan komoditas hiburan.

Celakanya, para penyelenggara negara lebih banyak diam. Bahkan malah merestui kapitalisasi agama. Begitu pula dengan Lebaran. Ini tidak aneh, karena rezim yang berkuasa saat ini adalah agen liberalisme dan kapitalisme. Para penyelenggara negara cenderung hanya menjadi panitia pasar bebas. Tak ada niat untuk memproteksi warga negara dalam menghadapi serbuan membabibuta kapitalisme dan liberalisme.

Celakanya lagi, para penyelenggara negara ternyata juga tidak kunjung mampu menjadi pelayan publik yang baik. Mereka bahkan cenderung absen dalam persoalan - persoalan publik. Misalnya, dalam konteks Lebaran, para penyelenggara negara mestinya secara optimal melakukan peningkatan pelayanan melalui perbaikan infrastruktur, sarana transportasi, fasilitas publik, menekan harga kebutuhan pokok agar tidak melambung tinggi dan seterusnya. Namun apa yang terjadi? Sekali lagi, negara cenderung 'angkat tangan'.

Kita akhirnya dipaksa untuk maklum bahwa negara tidak bisa lagi diharapkan melindungi publik dari terkaman kapitalisme. Maka, salah satu cara strategis untuk melawan kapitalisme adalah membangun perilaku yang tidak konsumtif, baik secara perorangan maupun kelompok. Definisi perilaku tidak konsumtif adalah mengukur konsumsi dari tingkat kebutuhan, bukan dari keinginan. Selama ini, keinginan itulah yang dipompa kapitalisme.

Kita tidak anti pasar, namun lebih dituntut cerdas menghadapi pasar. Saya membayangkan perlawanan itu akan menjadi kekuatan besar jika mayoritas warga negara melakukan tindakan asketis atas konsumerisme. Begitu pula dalam Lebaran tahun ini.
READ MORE - Lebaran dalam Kengerian Konsumtif

Mudik, Regangkan Otot 2 Jam Sekali

Tradisi mudik selalu mengiringi perayaan Idul Fitri di Tanah Air. Jika anda ingin pulang kampung, lakukan persiapan agar perjalanan nyaman. Agar mudik bisa berjalan lancar dan terbebas dari gangguan kesehatan, lakukanlah peregangan dan istirahat setiap 2 jam sekali.


Demikian disampaikan spesialis kesehatan olahraga dr Michael Triangto SpKO, kemarin. Untuk menghindari gangguan otot yang tidak diinginkan selama perjalanan atau saat sampai di tempat tujuan, Michael menyarankan pemudik untuk melakukan peregangan. Beberapa bagian yang harus diperhatikan ialah mata, leher, tengkuk, bahu, lengan bawah, punggung, pinggang, dan kaki.

"Terutama bagi pemudik sekaligus pengendara motor atau mobil, penting sekali untuk mengistirahatkan mata. Dengan cara melihat pemandangan yang jauh dan lakukan gerakan mata ke arah kanan, kiri, atas, bawah, untuk mencegah pandangan jadi kabur karena kantuk atau kelelahan," ujar Michael.

Aktivitas peregangan itu dapat dilakukan di tempat peristirahatan (rest area) atau pada saat di lampu merah selama 10 - 15 menit. "Lakukanlah pemutaran ke segala arah pada bagian - bagian tubuh sehingga aliran darah kita menjadi lancar dan gangguan otot dapat terhindari," ujarnya.

Untuk menghalau kantuk, banyak pemudik yang akhirnya memilih untuk mengkonsumsi minuman berenergi (energy drink). Hal itu boleh saja, tetapi jangan berlebihan. "Cukup satu saja, lebih dari itu tidak dianjurkan. Kafein yang diminum terlalu banyak justru membuat konsumen merasa sangat mengantuk dan keadaan ini sangat berbahaya bagi para pemudik sekaligus pengendara mobil atau motor."

Agar perjalanan berjalan lancar, lanjut Michael, sempatkanlah waktu untuk tidur di tempat yang nyaman dari lalu lintas dan keamanannya terjaga. Saat tidur di dalam mobil, harus dipastikan AC dalam keadaan tidak menyala. AC yang menyala beresiko meningkatkan konsentrasi karbondioksida dan penurunan konsentrasi oksigen di dalam mobil.

"Jadi, sebaiknya tidur di tempat yang nyaman dengan posisi jendela mobil dibuka sedikit sehingga ada sirkulasi udara yang baik," pungkasnya. Oke, Selamat mudik ya.. Hati - hati di jalan, tidak perlu tergesa - gesa. Utamakan keselamatan, ingat keluarga menanti di rumah.
READ MORE - Mudik, Regangkan Otot 2 Jam Sekali

Alquran Terbesar dan Tertua di Masjid Fatimah

Di Masjid Fatimah, Kota Solo terdapat sebuah Alquran langka. Selain berukuran besar dan hurufnya yang ditulis menggunakan tinta emas, Alquran ini juga diyakini telah berusia dua abad.


Sekilas, Alquran yang disimpan di salah satu sudut masjid di Jalan Radjiman itu terlihat biasa - biasa saja. Namun ketika pengunjung mencermatinya lebih detail, terungkaplah berbagai daya tarik kitab suci kaum muslimin ini. Seluruh ayat - ayatnya ditulis tangan langsung, sedangkan covernya terbuat dari kulit unta yang khusus didatangkan dari Jazirah Arab.

Dalam keadaan terbuka kitab suci ini berukuran panjang 1,50 meter dan lebar 2,50 meter. Sedang tebal Alquran sendiri mencapai 30 sentimeter dengan berat sekitar 200 kilogram. Menurut takmir masjid setempat, Ustad H Muhammad Nazzim (46) kitab tersebut merupakan pemberian dari salah satu kerajaan di Timur Tengah kepada Keraton Kasunanan. Kemudian oleh seorang pengusaha, Alquran tersebut diberikan ke Masjid Fatimah.

"Saat Ramadhan para jemaah membaca kitab ini secara bergantian, hingga menjelang sahur," katanya beberapa waktu lalu. Pemeliharaan Alquran langka ini, menurutnya, tidak membutuhkan cara - cara khusus. Setiap hari beberapa santri mengelapnya dengan kain. "Tidak rumit, cukup pakai kain lap sudah bersih," katanya.

Saat disinggung lembaran Quran yang menggunakan kulit unta, Nazzim menyatakan, kulit hewan tersebut tidak menimbulkan bau, karena sudah dibersihkan lewat teknik khusus. Begitu pula saat ditanyakan karamah khusus Alquran yang ada di masjid tersebut, ia menegaskan tidak ada.

"Hanya ada kenyamanan tertentu bagi orang yang membacanya. Meskipun ada tulisannya yang tidak jelas, namun mulut kita seperti ada yang menuntun sehingga dapat membaca ayat demi ayat tanpa kesalahan," katanya. Selama bulan Ramadhan, setiap hari terutama menjelang waktu berbuka puasa, Alquran ini selalu dibaca. Ukuran hurufnya yang besar memudahkan siapa saja untuk membaca ayat - ayat di dalamnya, meski harus dilakukan sambil berdiri.

Masih berkaitan dengan Alquran, akhir pekan lalu di Temanggung, tepatnya di SD Universal Temanggung, digelar peringatan Nuzulul Quran atau peringatan turunnya Alquran. Uniknya kegiatan ini juga melibatkan anak - anak autis. Mereka berbaur dengan murid lain dan bersama - sama melantunkan kalam suci Ilahi.

Tercatat ada delapan anak autis yang ikut belajar di SD Universal yang terletak di jalan Gerilya, Karangsari, Kowangan, Temanggung. "Sekolah ini terbuka untuk semua kalangan. Tidak ada anak - anak yang bodoh atau kurang pintar, semua anak kami anggap sama. Mereka punya potensi menjadi cerdas," kata pimpinan SD Universal Iman Bintoro.

Di penghujung kegiatan tersebut, pihak sekolah memberikan sejumlah hadiah dan kado bagi siswa yang berhasil membaca dengan baik. Sementara, lainnya juga mendapat bingkisan, sehingga tidak ada peserta yang merasa di bedakan. "Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kecintaan mereka terhadap Alquran, juga ketaqwaan menjalankan ibadah puasa," katanya.
READ MORE - Alquran Terbesar dan Tertua di Masjid Fatimah

Kesurupan Massal di SMK 2 Salatiga

Puluhan siswa X (1) di SMK Negeri 2 (SMK Warak) Salatiga, Kamis (9/8) pagi mendadak kesurupan.


Peristiwa ini sempat membuat guru dan karyawan panik. Terlebih kesurupan yang dialami para siswa ini bergantian, bahkan ada yang mengamuk dengan menjungkirbalikkan meja dan kursi kelas. Hingga siang, beberapa siswa masih tak sadarkan diri.

Keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, kesurupan massal tersebut dimulai sekitar pukul 08.00, di saat jam pelajaran, beberapa siswa kelas X yang menghuni Gedung Biru (istilah di SMKN 2 untuk menyebut ruang belajar kelas X) tiba - tiba berteriak - teriak histeris. Tak ayal, teman - teman mereka panik. Bahkan kesurupan ini merembet ke kelas X lainnya yang berjumlah enam kelas. "Yang kesurupan kelas X yang terdiri dari enam kelas yang menempati gedung biru. Mereka kesurupannya silih berganti," ujar salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya, kamis siang.

Karena yang mengalami kesurupan jumlahnya puluhan dan dari berbagai kelas X, para guru dan karyawan pun panik. Mereka berusaha mengobati yang kesurupan dengan membaca doa - doa. Bahkan karena kuwalahan yang kesurupan silih berganti, sampai - sampai, sekolahan mendatangkan kyai. Ketika didatangkan kyai tersebut, tak lama berselang sebagian besar siswa yang kesurupan bisa ditenangkan.

Namun tak lama berselang setelah kyai itu pergi, ada beberapa yang kambuh lagi atau 'menular' ke siswa lainnya. Bahkan hingga siang, masih ada dua siswa yang kesurupan yaitu Ridho dan Salsabila. Salsabila siswa kelas X 1 itu berteriak - teriak histeris. Ia menyebut dirinya berasal dari kamar mandi di gedung biru. Karena meronta - ronta, gadis bertubuh mungil itupun sampai dipegangi tiga orang guru.

Dalam posisi tidak sadar itu, ia meminta supaya kepala sekolah SMKN 2 menggelar bancakan (selametan). "Saya minta kepala sekolah mengadakan bancakan," katanya dengan berteriak histeris. Saat itu ada guru menjawab dengan perkataan sekolahan sudah menggelar doa dan bancakan, namun ia menjawab masih kurang.

Lain halnya Ridho, ketika ia melihat temannya Salsabila kesurupan di ruang guru, tiba - tiba ia terjatuh. Ia pun mengerang - ngerang disertai gerakan - gerakan tangan. Suara yang keluar dari mulut Ridho seperti suara kakek - kakek. Ia pun berpesan kepada para guru supaya berperilaku yang lebih baik lagi. Ridho juga tahu bahwa yang masuk ke badan Salsabila itu adalah jin.

Tanpa sadar, Ridho pun menyatakan sanggup untuk mengusir jin yang ada di tubuh Salsabila. Ia meminta di dekatkan dengan Salsabila. Para guru pun akhirnya memapah Ridho mendekat ke Salsabila yang saat itu dibaringkan di meja. Setelah di dekatkan, Ridho pun memarahi jin yang masuk ke tubuh Salsabila dan menyuruhnya keluar. Tapi ia terus menangis dan berteriak histeris ketakutan.

Tak lama kemudian Salsabila sadar. Ridho pun juga demikian. Saat ditanya teman - temannya, Ridho mengaku tidak mengetahui apa yang baru dialaminya. Menurut salah seorang guru yang menangani siswa kesurupan itu, mereka yang kesurupan karena mengalami kelelahan fisik dan berfikir. "Mereka hanya mengalami seperti depresi karena kelelahan," ujar guru yang enggan disebutkan namanya.
READ MORE - Kesurupan Massal di SMK 2 Salatiga

Tiba - Tiba Istri Menghilang Jam Satu Pagi?

Oknum anggota Satlantas Polres Salatiga, Bripka Rojikun (55) dihajar massa hingga babak belur. Peristiwa itu terjadi setelah Rojikun dipergoki berhubungan intim dengan tetangga desanya Ny Partiyem alias Tiok (48), warga Desa Bantal, Kecamatan Bancak Bringin, Kabupaten Semarang. Disebuah kebun kosong, Rabu (8/8) dini hari.


Akibat aksi massa tersebut, Bripka Rojikun mengalami luka serius di bagian wajah tangan dan kakinya. Ia kini dirawat di Ruang Paviliun Wijaya Kusuma No. 311 RSUD Salatiga. Keterangan yang dihimpun di Polsek Bringin, semua bermula ketika Tuwuh (52) suami Ny Partiyem, Rabu (8/8) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, bangun tidur dan hendak shalat tahajud. Namun saat itu ia kaget karena istrinya sudah tidak ada di ranjang.

Tuwuh sempat mengira, istrinya sedang memasak di dapur untuk persiapan sahur. Tuwuh pun mencarinya di dapur namun tidak ada. Demikian pula saat dicari di kamar mandi dan kamar tidur lainnya juga tidak ada. Karena penasaran, Tuwuh yang saban harinya berjualan kelontong di rumahnya itu pun keluar untuk mencari istrinya. Ia mengitari rumah, menyusuri jalan kampung.

Hingga akhirnya ketika sampai di sebuah kebun kosong yang berjarak sekitar 70 meter dari belakang rumahnya, dari semak - semak, Tuwuh mendengar suara desahan pria wanita. Karena curiga, Tuwuh pun langsung menghampirinya. Ia pun kaget bukan kepalang, ketika lampu senter ia sorotkan ke asal suara desahan tersebut, ternyata istrinya sedang berhubungan badan dengan seorang lelaki.

Istrinya saat itu cuma memakai daster, sedangkan lelakinya hanya memakai kaos oblong saja, tanpa celana. Darah tuwuh pun mendidih. Ia dengan spontan menyerang lelaki yang belakangan diketahui bernama Rojikun, anggota Satlantas Polres Salatiga, warga Dusun Wonokerto, Desa Bancak Bringin itu. Namun Rojikun memilih kabur. Tuwuh kemudian meneriaki oknum polisi itu dengan teriakan maling.

Kebetulan tak jauh dari lokasi kejadian ada warga yang lek - lekkan. Begitu mendengar teriakan ini, warga langsung mengejar lelaki tersebut. Tanpa kesulitan menangkapnya. Warga yang sudah emosi langsung menghajarnya beramai - ramai, Rojikun pun babak belur. Untungnya anggota Polsek Bringin cepat datang ke lokasi sehingga Rojikun langsung bisa diamankan petugas dari amukan massa. Karena lukanya parah, Rojikun langsung dilarikan ke RSUD Salatiga. Hingga kini ia masih dirawat intensif di ruang Paviliun.

Kapolsek Bringin AKP A. Warijan SH,MH melalui Kasi Humas Iptu Supriyadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari Tuwuh yang melaporkan kasus perzinahan antara istrinya, Ny Partiyem dengan oknum polisi Bripka Rojikun. Menindaklanjuti laporan ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya saksi pelapor (Tuwuh) dan dua warga lainnya sebagai saksi, yaitu Totok dan Sumarno.
READ MORE - Tiba - Tiba Istri Menghilang Jam Satu Pagi?
 
Lentera Merah - Tentang sesuatu dan peristiwa di sekitar kita Website connection - All right reserved powered by Blogger