Arti Makna GT pada Yamaha Soul GT

Sosok skuter bertransmisi otomatis (skutik) anyar lansiran pabrikan Yamaha Ini sangat berbeda dengan skutik lainnya. Kover lampu depan mencuat, tampak menonjol dominan bila dibandingkan dengan sisi lain skutik ini. Sorot mata tajam dan agresif mempertegas kesan bertenaga.


Ide desain,seperti disebutkan pabrikan berlambang garpu tala itu, terinspirasi dari tampilan sedan sport asal Amerika Serikat. Di 'Negeri Paman Sam' atau negara eropa lainnya, suatu mobil diberi embel - embel GT, yang lazimnya diartikan Grand Turismo dan Grand Touring.

Lalu apa kira - kira arti GT yang tersemat pada Yamaha Soul ini? Menurut Eko Prabowo, GM Marketing Communication & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), setiap pengendara Soul GT bisa mengartikan apa saja singkatan tersebut. "Jika dilihat dari sisi target konsumen, yaitu lelaki, GT berarti Gentleman. Dari sisi kecanggihan teknologi, GT berarti Great Technology atau Green Technology," jelasnya.

Desain atraktif dan agresif Soul GT merupakan kolaborasi antara desainer otomotif Indonesia dan perancang Yamaha Majesty dari pusat riset dan pengembangan Yamaha Jepang. Dengan demikian, wajar saja ciri khas eksotis desain Yamaha Majesty masih terlihat di Soul GT ini.

Di sisi lain, Yamaha Soul GT sebagai penerus Mio Soul kini telah menanggalkan kata Mio. Alasannya, sebagaimana disampaikan Vice President Executive YIMM Dyonisius Beti, sebagai pembedaan produk di pasar, karena Soul sudah ditargetkan untuk konsumen pria sejak diperkenalkan.

"Soul lama sudah discontinue dan stoknya sudah habis. Kami menargetkan Soul GT mampu terjual sebanyak 30 ribu hingga 35 ribu per bulan," cetus Dyon.

Yamaha Soul GT juga mengadopsi teknologi yang sama dengan Mio J, Yakni Yamaha Mixture JET-Fuel Injection (YMJET-FI). Dengan dilengkapi forged piston dan diasil cylinder untuk meningkatkan performa dan keawetan mesin, Soul GT tampil dengan kualitas mumpuni.

Fitur menarik Soul GT lainnya yang membuatnya unik dan tidak ada pada motor lain ialah area spidometer yang terinspirasi dari detail 3D kronograf yang terdapat pada merek jam mahal dan ternama buat pria. Juga aksen persegi delapan (octagonal bezel) yang menambah kesan macho Soul GT.

Logo Yamaha pada Soul GT pun mengambil karakter desain logo yang diciptakan Yamaha, yaitu 3D seperti yang terdapat pada Mio Fino dan Jupiter MX. Kelengkapan fitur - fitur Soul GT lainnya yang menunjang aktivitas seperti bagasi yang lapang, integrated key shutter dan tangki bensin yang besar merupakan keuntungan lainnya buat pengguna.

Soul GT memiliki tujuh warna, yaitu fighting red, masculine blue, lightning green, sirius black, lunar white, serta warna baru deep purple dan armor bronze. Yamaha memasarkan Soul GT dengan banderol harga Rp 13,9 juta untuk on the road Jakarta dan sekitarnya.
READ MORE - Arti Makna GT pada Yamaha Soul GT

Dibius 10 Kali, Wanita Berniat Hapus Tato Tewas

Niat menghapus tiga tato yang ada di tubuhnya, justru membuat Shinta Dewi (28) warga Purwosari, Semarang yang bekerja di sebuah toko emas di Purwokerto harus menemui ajal. Korban mengalami kejang - kejang sesudah mendapatkan suntikan bius hingga 10 kali dan akhirnya meninggal dunia.


Kejadian bermula saat korban berniat menghapus tiga tato yang ada di punggung kiri, pinggang sebelah kanan dan lengan kiri. Korban berangkat ke tempat penghapusan tato yang ada di Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas dengan ditemani Mujiati (42), warga Karang Klesem.

"Kami berangkat hari Rabu (18/4) ke tempat penghapusan tato. Menurut keterangan penghapus tato, untuk satu tato minimal harus disuntik hingga 5 kali, supaya tidak sakit," kata Mujiati yang merupakan tetangga kos korban.

Saat tato pertama dihapus korban masih dalam kondisi baik - baik saja. Namun, ketika tato kedua selesai dihapus, korban mengeluh pusing dan mual. Kemudian keluar cairan dari mulut dan hidung korban dan korban langsung tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi korban, Eko Restianto yang sedang menghapus tato korban langsung menghentikan pekerjannya dan kemudian membawa korban ke rumah sakit. Sayangnya nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

Humas Polres Banyumas, AKP Joko Witarso, Kamis (19/4) mengatakan kasus tersebut sudah ditangani oleh polisi. Saat ini tersangka masih dimintai keterangan di Polres Banyumas. Polisi juga menyita barang bukti berupa suntikan dan lazer yang digunakan pelaku untuk menghapus tato korban.

Sang Ibu Tak Tahu Putrinya Bertato

Isak tangis Ny Turiyem tak terbendung. Sesekali kerudung hitam yang dikenakan dipakai mengusap air matanya. Suasana duka semakin terasa saat dirinya turun dari mobil ambulans yang membawa jenazah putrinya dari Purwokerto.

Di sudut gang sempit di kawasan RT 01 RW 02, Perbalan Purwosari Semarang Utara, kerumunan tetangga sudah menunggu. Raut wajahnya semakin memerah disusul teriakan histeris isak tangis saat sejumlah tetangga menyambutnya. Di tengah iringan keluarga yang mengangkat jenazah korban tiba dan langsung dibawa ke Masjid Baitul-muslim, sekitar 50 meter dari rumahnya.

Sekitar 10 menit jenazah korban disinggahkan di masjid untuk dishalatkan. Gema doa dan sholawat dilantunkan keluarga, kerabat, serta puluhan tetangganya. Kembali, isak tangis mengiringi perjalanan terakhir korban saat keranda jenazah diangkut mobil ambulans yang membawanya, sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman umum, Bergota, Randusari.

Kabar kematian anaknya begitu tiba - tiba. Tidak disangka, Shinta Dewi (28), anak ketiga dari lima bersaudara itu meninggal secara tragis. Baik Turiyem dan suaminya Sudarmo (58), yang awalnya mendapat kabar anaknya sakit di Purwokerto. Mereka tidak mengetahui jika anaknya tewas karena sebuah tato. Mereka tidak menduga anak perempuannya itu memiliki tato di tubuhnya, yang menjadi penyebab ajalnya.

Shinta Dewi diketahui meninggal saat berusaha menghapus tato dipunggungnya di tempat praktek jasa hapus tato, di Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas. "Kami tidak tahu dia memiliki tato. Kami tidak menyangka kalau dia punya tato," kata Turiyem singkat.

Bagi keluarga, Shinta Dewi dikenal sebagai orang yang baik dan tidak memiliki masalah. Keluarga hanya mengetahui, dia bekerja sebagai pegawai di sebuah toko emas di Purwokerto. Sejak lima tahun silam, Sinta panggilan akrabnya tinggal di sebuah rumah di kawasan Purwokerto Selatan.

Kominikasi terakhir, diterima korban beberapa jam sebelum korban menghembuskan nafas terakhirnya. Terakhir bicara, dia menyampaikan kabar dan menanyakan apakah ibunya sudah makan. Bagi Dwi, suami korban yang turut menjemput jenazah istrinya dari Purwokerto sendiri mengaku kaget saat mendapat kabar kematian istrinya itu.

Dwi yang selama menikah dan tinggal terpisah dengan istrinya karena tinggal di Semarang, hanya mengetahui istrinya bekerja pada toko emas di Purwokerto.
READ MORE - Dibius 10 Kali, Wanita Berniat Hapus Tato Tewas

Gerombolan Banci Edarkan Uang Palsu

Empat pria kemayu pengedar uang palsu mengaku hasil dari bisnis haramnya itu mereka gunakan untuk membeli barang dengan diantaranya kostum macho pria untuk modal kencan. Uang palsu didapat dari pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian atas keterlibatan sindikat uang palsu di Klaten, Wonogiri dan Semarang.


Hal ini dikatakan Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjimain melalui Kasat Reskrim Kompol Edi Suranta Sitepu. "Para pelaku dijerat pasal 245 KUHP tentang peredaran uang palsu. Selanjutnya barang bukti selain uang yakni handphone hasil dari penangkapan tersebut. Sedangkan hasil dari uang palsu diecerkan untuk kebutuhan pribadi sandang dan pangan," jelas Kasat kemarin.

Selanjutnya, jaringan ini didapat setelah kenalan dengan pacar prianya yang berinisial P asal Magelang yang diantaranya masuk jaringan pelaku pengedaran di Klaten dan pencetak di Wonogiri.

Pihak kepolisian mendapati kalau barang tersebut dijual di pasar tradisional di kawasan Kota Solo dan Sukoharjo yang diperankan aksinya oleh dua pelaku. Meskipun proses terhadap pria ini dilakukan tapi kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap buronan yang masuk daftar pencarian orang.

Seperti diberitakan, enam orang banci (pria kemayu) menginap di salah satu hotel kelas melati di kawasan Tirtonadi digerebek polisi karena diduga mengedarkan uang palsu belasan juta rupiah di sejumlah daerah.

Polisi menduga, ada empat orang lain yang terlibat. Barang bukti uang recehan kertas Rp 100 ribu senilai Rp 2,5 juta. Mereka yang ditahan yakni Bayu Waluyo (33) asal Gedongan Karanganyar, Sigit Setiawan (25) warga Bratan Laweyan Solo, Daniel (39) warga Jajar Laweyan dan Anggoro (34) warga Karanganyar.

Informasi menyebutkan, penangkapan berawal dari kecurigaan polisi sekaligus pengembangan dari sejumlah uang palsu temuan di pasar Kota Solo, sehingga muncul salah satu nama pelaku.
READ MORE - Gerombolan Banci Edarkan Uang Palsu

Siswi SMK Kabur Dengan Teman Facebook

Seorang siswi SMK nekat kabur dari rumahnya dengan teman facebook setelah tiga hari membolos sekolah.


Dialah Selvia Ferana (17), warga Jalan Sadewa Utara I No. 10, Kelurahan Pendrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah. Kabur sejak kamis (12/4) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga, kepergian gadis tersebut bersama pacar baru yang dikenalnya lewat facebook.

Siswi kelas XI tersebut saat meninggalkan rumah pamit untuk berangkat sekolah. Satu minggu Selvia tidak kunjung pulang ke rumah, orang tuanya khawatir dan akhirnya lapor ke polisi untuk meminta bantuan.

Orang tua Selvia, Rahono (42) menceritakan, dari hari Senin anaknya tidak masuk sekolah. Sampai Kamis pagi tiba - tiba Selvia memakai seragam sambil membawa tas lalu pamit berangkat sekolah.

Hingga malam, anaknya tak kunjung pulang ke rumah. Kekhawatirannya memuncak ketika tiba tengah malam pun belum datang dan saat ditelepon ke handphone miliknya juga tidak diangkat.

"Selvia sehari - hari tidak pernah pulang sore. Apalagi sampai tengah malam," kata Rahono saat melapor kemarin. Malam sebelum pergi atau Rabu malam Selvia dilihatnya menangis. Namun ketika ditanya, ia tidak mau menjawab. Berpikir tidak ada masalah serius, Rahono membiarkan anaknya menangis.

Diungkapkannya, mungkin karena masalah pribadi. "Akhir - akhir ini seorang pria bernama Mamek sering datang ke rumah. Selvia mengaku kalau Mamek adalah pacar barunya yang dikenalnya melalui facebook," tambahnya.

Hari Sabtu (14/4) orang tua Selvia menelepon dan ternyata diangkat. Bahkan Selvia sempat memberitahu kalau keadannya baik - baik saja. Namun dari suaranya mencurigakan karena nadanya seperti ketakutan. Saat ditanya dimana keberadaannya Selvia menutup telepon.

Orang tua Selvia kemudian berinisiatif menghubungi beberapa teman dekat dan pihak sekolah. Namun hasilnya nihil. Karena kebingungan mencari anak kesayangannya, akhirnya orang tua Selvia melapor ke polisi. Harapannya supaya Selvia cepat pulang.

Untuk masyarakat yang mengetahui keberadaan Selvia mohon menghubungi nomor HP 0858.664.662.77 atau bisa menghubungi kantor polisi terdekat. Ciri - cirinya adalah, tinggi Selvia 160 cm, rambut panjang, wajah lonjong, kulit sawo matang, pipi kiri ada luka bekas jahitan. Ketika meninggalkan rumah Selvia masih berseragam sekolah.
READ MORE - Siswi SMK Kabur Dengan Teman Facebook

Wanita Keterbelakangan Mental Diperkosa Para Pemuda

Rosa (20), seorang wanita yang mengalami keterbelakangan mental mengaku telah diperkosa oleh segerombolan pemuda yang tidak dikenalnya pada Senin (16/4) malam, setelah dicekoki minuman keras (miras).


Berdasarkan data yang dihimpun, wanita berambut pendek yang saat ini berada di Ruang Persalinan Emergensi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga, ditemukan pedagang sayur keliling di pinggir jalan Setro, Dusun Canden, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (17/4) sekitar pukul 05.00, dalam keadaan terkapar lemas dan mengalami pendarahan.

Setelah mengetahui identitasnya, warga sekitar pun langsung membawanya ke rumahnya yang berada di Dusun Nglantak, Desa Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Sesampainya disana, pihak keluarga membawa Rosa ke RSUD Salatiga guna pemeriksaan visum.

Rosa yang masih berbaring di ruang tersebut mengatakan, sebelumnya dia memperoleh telepon dari seorang pria yang tidak diketahui identitasnya. Dalam percakapan tersebut, pria yang bersangkutan mengajak bertemu di salah satu ujung desa setempat. Dia mengaku, saat berada di Senjoyo dia beri air miras hingga tidak sadarkan diri.

Saat itulah, dia sudah tidak ingat apapun, termasuk saat dirinya ditemukan warga di pinggir jalan. Terpisah, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi menjelaskan, pihaknya sudah menerima berkas pelaporan kasus dugaan pemerkosaan dari Polsek Getasan. "Apabila hasil visum dokter sudah diketahui, kami akan mulai penyelidikan. Ini baru sebatas meminta keterangan korban," Jelas AKP Agus.
READ MORE - Wanita Keterbelakangan Mental Diperkosa Para Pemuda

Ongkos Naik Bis Senilai Puluhan Juta

Tak pernah terbayang dalam benak Bustani Arifin (45), "ongkos" yang dikeluarkan saat akan pulang ke rumahnya di Kampung Segaran, Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, merupakan yang termahal sepanjang hidupnya.


Bagaimana tidak? Ia harus merelakan tas yang berisi uang Rp 25 juta hilang dibawa kawanan pencuri saat perjalanan naik bis dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Jalan Pemuda, Senin (17/4) pagi. Selain uang tunai, cek senilai 15 juta, laptop Toshiba dan pakaian di tas ikut lenyap.

Bustani mengisahkan, kejadian bermula ketika ia yang bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan diminta pulang kerabatnya karena ada keperluan mendesak. "Saya berupaya membeli tiket pesawat namun habis. Akhirnya saya menggunakan kapal laut dan turun di Pelabuhan Tanjung Emas," katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Bustani pun melanjutkan perjalanannya menaiki sebuah bis kota yang melintas di depan kawasan pelabuhan. "Saya lupa bis itu jurusan mana dan namanya apa. Yang jelas berwarna kuning. Penumpang saat itu penuh dan sesak. Tak berapa lama saya akhirnya dapat duduk di bangku bagian tengah," katanya dengan nada sedikit emosi.

Menurutnya, selama di perjalanan, tas berisi uang tersebut didekapnya. Ketika bis melintas di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Gedung Pandanaran, Bustani dicolek seorang perempuan seraya memberitahu bila tas miliknya dibawa kabur oleh seorang pria. "Saat dicolek, saya seperti sadar. Padahal saat itu saya yakin saya tidak sedang tidur," katanya.

Dengan bersusah payah, akhirnya ia berhasil turun dari bis guna mengejar si pelaku. Namun lantaran terdapat beberapa penumpang yang ikut turun, ia kebingungan dan kehilangan jejak pria yang membawa tasnya tersebut. Bustani pun lemas dan hanya bisa bengong di pinggir jalan.

Ia kemudian menelepon anaknya untuk diantarkan ke Mapolrestabes Semarang, setelah sebelumnya menghubungi pihak bank untuk memblokir cek tersebut. "Tak habis pikir kok bisa tas saya diambil tanpa sadar,sepertinya dihipnotis," ucapnya lemas. Hingga kemarin, kasus ini masih diselidiki jajaran Polrestabes Semarang.
READ MORE - Ongkos Naik Bis Senilai Puluhan Juta

Dicerai Istri, Suami Pilih Mati Gantung Diri

Diduga mengalami tekanan batin akibat dicerai istrinya, Supaat, 57, warga Dukuh Sendang Blodro RT 04 RW 02 Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Batang, nekat kendat. Korban ditemukan gantung diri di kamar tidurnya, minggu (15/4) sekitar pukul 06.30.


Aksi nekat korban kali pertama diketahui oleh Riyatun alias Wuri, 41, yang juga mantan istrinya, bersama kedua anaknya, Vika Riyani dan Dewi. Ketiganya menjerit histeris saat menemukan korban tergantung di kamar tidur. Saat ngendat, korban menggunakan tali plastik yang diikatkan di usuk kamar tersebut.

Menurut Riyatun, pagi sekitar pukul 06.30 itu, dia bersama kedua anaknya menengok korban yang baru pulang dari Jakarta dalam keadaan sakit. Namun saat membuka pintu kamar, ketiganya menjerit histeris melihat tubuh korban tergantung di kamar dengan lidah menjulur.

"Melihat itu saya bergegas keluar sambil berteriak minta tolong. Saya takut melihat mantan suami saya tergantung. Setelah tetangga berdatangan, saya baru berani masuk kamar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Wonotunggal," tuturnya.

Begitu mendapatkan laporan, Kapolsek Wonotunggal AKP R Sutrisno SH didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sugiyanto beserta anggotanya langsung menuju ke TKP. Selanjutnya mayat korban yang tergantung dievakuasi dan diidentifikasi.

"Berdasarkan pemeriksaan dokter Puskesmas Wonotunggal, korban tewas murni karena gantung diri. Selain lidah menjulur, dari kem4lu4nnya keluar cairan," beber AKP R Sutrisno.

Berdasarkan informasi dari para tetangga, Supaat pulang dari merantau dalam keadaan sakit. Hal itu diduga akibat korban mengetahui telah dicerai istrinya tanpa sepengetahuan dirinya, sehingga membuat pikiran korban tambah kalut.
READ MORE - Dicerai Istri, Suami Pilih Mati Gantung Diri

Forum Pengagum Fenomena Alam Astronomi

Sesuai namanya, Jogja Astronomi Club menghimpun para pecinta hal - hal yang berhubungan dengan alam khususnya astronomi. Di tempat ini para pecinta astronomi berkumpul untuk berbagi cerita dan ilmu tentang langit atau fenomena alam yang terjadi. Mereka rutin bertemu tiap minggu malam untuk sekedar meneropong bintang atau benda langit di sore hari.


Jogja Astronomi Club atau disingkat JAC terbentuk pada 2005. Berawal dari seorang yang boleh dibilang maniak dalam hal yang berhubungan dengan astronomi. Adalah Mutoha Arkanuddin, pendiri perkumpulan ini. Kesehariannya bekerja sebagai guru di sebuah SMA swasta di Jogja. Dan di dalam klub ini ia menjabat sebagi Koordinator Utama.


Pada awal berdirinya JAC beranggotakan anak - anak SMA. Semakin lama, berita adanya klub ini menyebar dan anggotanya pun bertambah hingga mahasiswa dan bahkan orang yang sudah bekerja. Namun setelah beberapa tahun berjalan, klub ini sempat vakum sebelum akhirnya aktif lagi dengan anggota berjumlah ratusan.

"Sekitar 150 orang lebih. Didominasi mahasiswa," ungkap Eko Hadi G, Koordinator harian yang juga seorang web programmer and developer lepas. "Kami juga membuat fans page di jejaring sosial facebook dengan nama Jogja Astro Club," terangnya. Tujuan klub ini banyak sekali, yang dijabarkan dalam visi dan misi, antara lain memperkenalkan dan mempopulerkan astronomi dan fenomena alam agar masyarakat tak salah paham.

"Yang paling utama mengubah mindset atau pola pikir masyarakat yang selalu mengaitkan fenomena alam dengan alam gaib. Semua itu ada penjelasan ilmiahnya," ujarnya. Markas besar JAC berlokasi di Jalan Affandi Soropadan No 4 Condongcatur Depok, Sleman yang juga rumah koordinator utama, Mutoha Arkhanuddin.

Di tempat ini terdapat teropong dan peraga astronomi. Bagi yang ingin bergabung, tidak ada syarat yang rumit dan biaya, tapi cukup melakukan registrasi secara online. "Pokoknya nggak ada biaya pendaftaran sebab kami hanya ingin berbagi ilmu dan pengetahuan," jelas Eko Hadi, sambil menambah, bagi yang ingin sekedar meneropong alam semesta bisa langsung datang setiap minggu malam ke tempat yang telah kami sebutkan diatas.
READ MORE - Forum Pengagum Fenomena Alam Astronomi

Sejak Kecil Bercita - Cita Ingin Menjadi Guru

Sely Pratiwi, gadis cantik ini punya semangat luar biasa. Penampilannya juga ceria dan murah senyum. Ia juga pengagum tokoh - tokoh dunia, sehingga mempengaruhi dirinya untuk terus belajar meraih prestasi. Untuk itulah, Sely - demikian ia biasa dipanggil - terus berjuang di Kota Pendidikan agar cita - citanya menjadi kenyataan, kendati demikian, saat ditanya prestasi apa yang pernah disandang , Sely hanya tersenyum dan berkata, "Ah malu aku."


Anak yang lahir dari pasangan Silpana dan Nur Hayati ini ternyata menjadi kebanggaan kedua orang tuanya. Semenjak kecil ia sudah mendapatkan banyak prestasi dari berbagai bidang. Anak kedua dari tiga bersaudara tersebut mengatakan, orang tuaku adalah panutanku.

Menurut gadis kelahiran Bangka Belitung ini, kegemaran membaca dilakukan sejak kecil. Sehari - hari ia tak lepas dari buku. Bahkan sampai ia menjadi mahasiswi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta pun Sely selalu akrab dengan buku karena buku adalah jendela untuk melihat dunia. "Aku masih semester 4, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan," ujar gadis berkulit putih ini.

Sejak duduk di kursi Sekolah Dasar Negeri Belitung, ia selalu dapat ranking 1 sampai 3. Artinya, Sely memang tergolong anak pandai. Bahkan ketika masuk Sekolah Menengah Pertama Negeri Tanjung Pandan yang berkatagori sekolah favorit, nilai raportnya selalu bagus.

"Kalau ingin punya prestasi ya harus kerja keras dan pantang menyerah," papar gadis yang hobi nonton film dan membaca ini tanpa bermaksud sombong. Maklum, ia justru menyukai tantangan. Tanpa itu, ia sebaliknya merasa resah.

Sebagai mahasiswi perantau, Sely tak merasa canggung hidup di Yogya meski sejatinya ia lebih mencintai tanah kelahirannya. "Kalau sudah lulus aku punya keinginan jadi guru agar bisa mengabdikan ilmu yang aku dapat di kampus," jelasnya sambil menambahkan profesi seorang guru adalah pekerjaan yang paling berharga dan tak tergantikan oleh pekerjaan lain.

"Jasa seorang guru tak terlupakan sepanjang jaman," pungkas Sely yang pernah menjadi penyiar radio ketika menimba ilmu di sekolah kejuruan.
READ MORE - Sejak Kecil Bercita - Cita Ingin Menjadi Guru

Kejar - Kejaran Dengan Polisi, Rampok Kehabisan Bensin

Dua perampok dilumpuhkan anggota Polsek Mijen setelah menerobos pagar betis yang sengaja dikerahkan untuk menghadang pelaku, selasa (27/3) petang pukul 18.00 WIB. Peristiwa itu terjadi di perempatan SD Al Azhar, BSB, Mijen. Akibat kasus perampokan itu, korban mengalami luka bacok dan pelaku berhasil merampas ponsel.


Kapolsek Mijen Kompol Hamka Mappaita menceritakan, dua rampok itu Muchamad Fathoni (17) warga Jalan Siliwangi RT 1 RW 2 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Semarang dan Bagas Aji Perkasa (18) warga jalan Megaraya 3 No 434 RT 6 RW 7, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, ditangkap atas kesigapan anggotanya.

Penangkapan kedua rampok itu, juga atas bantuan warga untuk menghubungi Kapolsek Hamka ketika terjadi aksi kejahatan. "Seorang warga menelepon saya langsung, kalau ada aksi kejahatan. Saya memang sengaja menyebar nomor ponsel ke masyarakat untuk memudahkan pelaporan," tutur Hamka saat gelar perkara kemarin.

Diceritakan Hamka, Peristiwa terjadi di perempatan SD Al Azhar dengan modus menghadang korban Ida Setyaningsih (19) seorang mahasiswi warga Bandungsari RT 1 RW 4, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen. Ketika melewati lokasi kejadian, Ida dibonceng kekasihnya. Kedua pelaku langsung memberhentikan Ida dan mengancam dengan sebilah senjata tajam jenis parang.

Karena Ida menolak, pelaku menyabetkan parang tersebut. Alhasil korban luka bersimbah darah. Dalam kondisi terluka, korban spontan berteriak hingga terdengar warga disekitar lokasi kejadian. Mendengar teriakan korban, warga setempat berbondong - bondong menuju ke tempat kejadian.

Merasa ketakutan dengan banyak warga, kedua rampok secepat kilat menyambar ponsel Nokia 5310 milik korban, lalu kabur menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro. "Pelaku merampas paksa ponsel yang sedang digenggam Ida," imbuhnya. Seorang warga memberi info lewat ponsel mengabarkan, ada dua rampok melarikan diri ke arah Mako Polsek Mijen.

Dapat info demikian, Kapolsek Mijen, buru - buru mengerahkan anggotanya untuk menghadang di tengah jalan, tepat di depan kantor. Pelaku semakin mendekat dan terlihat berkendara dengan kencang. Para petugas yang awalnya membuat pagar betis memblokade jalan pun buyar. Pelaku dengan Megapronya melaju tak terkendali.

Karuan saja, polisi secara kilat melakukan pengejaran terhadap pelaku perampokan. "Lama sekali kami mengejar. Sampai mereka menyerah dan digelandang ke Mapolsekta," ungkap Hamka.

Pelaku perampokan, Bagas menjelaskan, ia melakukan perampokan karena tak punya duit. Pria pengangguran ini mendapat ide secara tiba - tiba, sehingga tidak mempersiapkan dengan matang. Bagas mengaku, dirinya tertangkap karena kehabisan bensin hingga membuat sepeda motor yang dikendarainya tak mau melaju lagi.

"Bensin sepeda motor habis saat dikejar polisi. Kita bingung, jadi akhirnya menyerah," ungkapnya. Dari tersangka, petugas Polsek Semarang Barat mengamankan barang bukti berupa senjata tajam parang sepanjang 56 cm, ponsel Nokia 5130 seharga Rp 900 ribu dan motor Honda Megapro hitam H 5402 ZW. Kini, kedua rampok jalanan ini dijebloskan ke sel tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
READ MORE - Kejar - Kejaran Dengan Polisi, Rampok Kehabisan Bensin

Pembantu Berusaha Perkosa Majikan Di Kamar Mandi

Dikasih hati malah minta jantung. Kiranya hal itu cocok untuk menggambarkan kelakuan bejat Iryanto alias Gendon (25) warga Sendangadi Mlati Sleman. Betapa tidak, sudah enak dikasih kerja, alih - alih berterima kasih. Ia justru menganiaya dan hendak memperkosa majikan yang mempekerjakannya, Sri Winanti (27) warga Sariharjo  Ngaglik Sleman, Sabtu (14/4) sekitar pukul 08.00.


Beruntung aksi bejat Gendon berhasil digagalkan oleh dua orang pembantu korban lainnya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini gendon harus meringkuk di sel tahanan Polsek Ngaglik, Minggu (15/4).

Kapolsek Ngaglik AKP Sugiyanto melalui Kanit Reskrim AKP Gultom menjelaskan, tersangka sebenarnya baru dua hari bekerja di rumah korban. Kala itu, korban yang membutuhkan tenaga sebagai penjaga malam dirumahnya menerima tersangka yang mengaku membutuhkan kerja.

Oleh korban, tersangka ditugasi menjaga rumah dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Bermula ketika berjaga malam itulah, Gultom melanjutkan, tersangka sering melihat korban dengan pakaian s3ks1 kala malam hari.

Sejak saat itu, tersangka selalu punya f4nt4si l1ar terhadap korban. Selanjutnya, pagi itu (saat kejadian) tersangka hendak pamit pulang kepada korban. Kemudian tersangka menanyakan keberadaan korban kepada kedua pembantu lainnya yang sedang berada di dapur, yakni Rina dan Mimin.

Lantas Rina mengatakan jika majikannya itu sedang mandi di kamar atas. Merasa ada kesempatan, segera saja menuju lantai dua. "Sesampainya disana, tersangka langsung mel3p4skan baju dan celana, termasuk kandang burung pun dilepasnya," terangnya.

Begitu korban keluar kamar mandi ia terkejut melihat tersangka sudah t3l4nj4ng bulat dengan posisi 4nu-nya juga sudah menjulang tinggi. Tersangka yang sudah dikuasai b1r4h1 langsung saja menyergap majikannya itu. Kemudian memaksa korban melucuti seluruh p4k4ian yang dikenakannya.

Sontak korban pun teriak meminta tolong. Mendapati hal itu, tersangka kalap dan memukul korban sebanyak lima kali pada bagian wajah. Mendengar teriakan majikannya, kedua pembantu yang berada di bawah langsung bergegas naik ke atas. Aksi nekatnya diketahui dua pembantu lainnya.

Tersangka langsung saja melarikan diri dengan kondisi masih t3l4nj4ng. "Saat tersangka kepergok oleh kedua pembantunya yang ada di bawah, ia kemudian lari dengan posisi bu91l," lanjut Gultom. Tak terima dengan perlakuan tersangka, korban kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Ngaglik.

Tak lama berselang, jajaran dari Polsek Ngaglik langsung memburu tersangka di rumahnya. Namun di rumah tersangka ia tidak ada. Akhirnya polisi berhasil meringkus tersangka saat sedang berada di rumah temannya di daerah Ngaglik.

Sementara itu tersangka mengaku, semenjak diterima bekerja di rumah korban, setiap malam ia selalu terbayang akan kemolekan tu6uh korban. Bahkan, tak jarang ia selalu membayangkan sedang b3rcum6u dengan majikannya itu.

"Setiap malam saya selalu c0kl1 mas, berulang -ulang. Habisnya majikan saya s3ks1 sih jadi gak kuat nahan si Joni mas," kata tersangka dengan santainya.

Saat ini tersangka mendekam di tahanan Polsek Ngaglik. Atas perbuatannya ia dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 285 KUHP jo 53 tentang percobaan pemerkosaan. "Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," pungkas Gultom.
READ MORE - Pembantu Berusaha Perkosa Majikan Di Kamar Mandi
 
Lentera Merah - Tentang sesuatu dan peristiwa di sekitar kita Website connection - All right reserved powered by Blogger