Anak SMA Jadi PSK Untuk Biaya Sekolah

Sungguh tragis nasib BG (16), demi untuk membiayai sekolahnya di salah satu SMA yang ada di Kota Tasikmalaya, gadis belia ini terpaksa harus rela menjajakan tubuhnya kepada para laki - laki hidung belang yang membutuhkan jasa untuk melampiaskan nafsu seksnya. Dari hasil uang yang dikumpulkan dari profesinya menjadi Ciblek ( cilik - cilik betah melek ), uang tersebut digunakannya untuk membiayai kehidupan sehari - harinya dan juga untuk membayar ongkos biaya sekolahnya.


Seharusnya hal ini dapat menjadi cambuk terhadap dunia pendidikan dan dapat membuat pemerintah untuk lebih membuka mata. Bukankah BG hanyalah satu dari belasan ribu lainnya para siswi yang terpaksa menjadi PSK demi sesuap nasi dan membiayai sekolahnya. Apakah pemerintah tidak dapat merasakan betapa mirisnya manakala mendengar hal seperti ini. Kami yakin bahwa pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin meringankan biaya sekolah untuk anak - anak kurang mampu, tapi selama masih ada peristiwa - peristiwa semacam ini itu berarti usaha pemerintah selama ini belum dapat dikatakan sukses sepenuhnya.

Kasus ini kemarin terungkap manakala satpol PP melakukan razia rutin ke tempat - tempat yang di duga biasa digunakan untuk berbuat mesum para pasangan tidak sah, sasaran mereka adalah hotel - hotel yang ada di seputaran kota Tasikmalaya. Tepatnya di sebuah hotel yang berada di daerah Cikurubuk satpol PP berhasil mengamankan pasangan mesum, salah satunya adalah BG.

Setelah dikoreksi lebih lanjut, ternyata BG mengakui dirinya sedang tidak melakukan aksi kumpul kebo melainkan sedang berjualan. Setelah ditelusuri lebih lanjut barulah diketahui bahwa BG ternyata anak SMA yang baru duduk di bangku kelas 2 salah satu SMA swasta. BG pertama kali terjun ke dunia PSK ini diawali setelah aksi kekerasan seksual yang dialaminya, BG mengaku pernah diperkosa mantan pacarnya yang berprofesi sebagai seorang mahasiswa kala itu.

Sekretaris Disdikbud kota Tasikmalaya, Drs Oslan Khaerul mewanti - wanti kepada para orang tua untuk lebih memberi perhatian dan pengawasan lebih terhadap putra - putrinya yang masih duduk di bangku sekolah. Para pelajar adalah nasib bangsa di kemudian hari, jagalah aset bangsa ini demi kemajuan negeri kita di masa depan. Karena masa depan negara kita ada di tangan mereka.

Artikel Menarik Lainnya



1 Komentar:

ach_duddin mengatakan...

kalau sudah begina, siapa yang harus di salahkan..?

Tanyalah pada rumput yang bergoyang!

Poskan Komentar

 
Lentera Merah - Tentang sesuatu dan peristiwa di sekitar kita Website connection - All right reserved powered by Blogger