Film Dokumenter Indonesia - Malaysia

Untuk mengurangi potensi konflik yang terkadang muncul antara Indonesia dan Malaysia, Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim melontarkan gagasan untuk membuat film dokumenter dua negara.


"Saya berharap jika pembuatan film bersama antara Malaysia-Indonesia ini terealisasi, riak dan kesalahpahaman antara kita bisa ditekan. Karena masing-masing sudah saling memahami," kata Rais Yatim kepada wartawan seusai membuka acara Bernama-Antara Summit 2011 di Royal Chulan Hotel, Kuala Lumpur, Sabtu (12/03).

Dalam kesempatan tersebut, salah satu menteri senior Malaysia ini juga mengutarakan keinginannya untuk mengulangi masa-masa indah hubungan antar kedua negara.

Ia mencontohkan pada awal 70-an, Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia mengadakan kerja sama dengan Balai Pustaka Indonesia dalam hal pembudayaan bahasa. Selain itu, lembaga penyiaran resmi kedua pemerintah juga pernah bekerja sama dengan membuat acara "Titian Muhibah".

Menanggapi keinginan Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, pihak Indonesia yang diwakili Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Mulya Wirana menanggapi dengan positif. Bahkan, menurut Mulya Wirana, hubungan antara Indonesia dan Malaysia akan bertambah mesra dengan keikutsertaan wartawan kedua negara.

"Peran negara dalam melakukan diplomasi kini makin terbatas. Wartawan kedua negaralah yang bisa memberi pemahaman dengan menyajikan berita langsung kepada rakyat Indonesia dan Malaysia," jelas Mulya Wirana.

Bernama-Antara Summit 2011 adalah pertemuan pimpinan masing-masing agensi berita resmi kedua negara yang baru pertama kali dilaksanakan. Setelah pembukaan di Kuala Lumpur hari ini, pertemuan akan dilanjutkan di Air Keroh, Melaka selama dua hari. [tempointeraktif.com]

Artikel Menarik Lainnya



0 Komentar:

Poskan Komentar

 
Lentera Merah - Tentang sesuatu dan peristiwa di sekitar kita Website connection - All right reserved powered by Blogger