Gunung Merapi Meletus


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi meminta proses pengungsian warga di radius 10 kilometer dari puncak Merapi untuk dipercepat. Sebab Gunung Merapi sudah
erupsi yang ditandai dengan keluarnya awan panas.

“Karena Merapi sudah pada fase erupsi dengan munculnya awan panas atau wedhus gembel maka masyarakat atau penduduk yang berada pada kawasan rawan bencana III Merapi harus segera dievakuasi,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Selasa, 26 Oktober 2010.

Selain mempercepat proses pengungsian dipercepat, pihaknya juga meminta masyarakat di sisi utara puncak Merapi yaitu masyarakat Kabupaten Boyolali, juga diungsikan. Karena dalam rekomendasi kemarin, hanya masyarakat tiga kabupaten yang diungsikan yaitu Sleman (DIY), Klaten dan Magelang (Jateng).

“Ketika merapi sudah erupsi maka seluruh penduduk yang berada pada kawasan rawan bencana merapi harus dievakuasi,” tegasnya lagi.

Subandrio Kepala Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Subandrio menyatakan arah awan panas atau wedus gembel hingga saat ini belum dapat diketahui karena cuaca berkabut.

“Jika kemarin evakuasi diutamakan adalah kalangan lansia, ibu hamil dan balita, maka saat Merapi erupsi semua penduduk harus dievakuasi secepatnya,” kata dia. Seperti diberitakan sebelumnya, awas panas Merapi muncul pada pukul 17.02 dan 17.23 WIB.

Sumber: www.vivanews.com

Artikel Menarik Lainnya



1 Komentar:

Putra Amarta mengatakan...

Akhirnya mbah marijan telah di temukan meninggal dalam keadaan bersujud

Poskan Komentar

 
Lentera Merah - Tentang sesuatu dan peristiwa di sekitar kita Website connection - All right reserved powered by Blogger